Cinta Itu Cahaya
Harap hati ingin mencinta menjalani fitrah manusia sebagai khalifah-Nya terkadang sulit untuk diurai dalam kata. Dia (sifat-sifat-Nya) Yang Maha INDAH dan mencintai keindahan sulit diartikan dalam meneladani Rasul-Nya. Dia CAHAYA langit dan bumi (an-Nur: 35); bukan bulan, bintang, atau pun mentari. Cinta yang Indah, memancar bagai Cahaya tanpa mengharap balasan.
Tapi ada juga orang memahami cinta sebagai sesuatu yang diharapkan.
Sesungguhnya Dia telah titipkan Cinta pada khalifah-Nya untuk alam. "Dengan Asma Dzat Yang Maha Mencinta" (bismillahirrahmanirrahim) yang mengiringi tiap langkah hamba-Nya adalah bukti Dia menitipkan Cinta untuk alam lewat hamba-Nya sesuai tugasnya sebagai khalifah.
Cinta tak bisa diharapkan. Tapi Cinta bisa memberi harapan.
Dengan cinta bisa temukan keindahan.
Tak jarang mereka terluka dan menderita demi cinta. Sementara keindahan akan tercapai karena cinta. Syukuri dan cintalah apa yang ada, karena keindahan tak harus sempurna.
Read more...




